Pada tanggal 4 April 2020 Intensive Care National Audit and Research Center menerbitkan laporan mengenai pasien covid-19 yang ditangani pada ICU di Inggris. Yang menarik dalam laporan tersebut adalah data mengenai status gizi pasien Covid-19 yang sakitnya cukup parah hingga masuk dalam penanganan di ICU. 
Seperti yang sebagian besar diketahui bahwa tidak semua orang yang terinfeksi virus ini menjadi sakit parah. Sebagian hanya mengalami gejala ringan dan bahkan ada yang tidak merasakan sakit sama sekali. Sebagain kecil lagi, sakit dan harus mendapatkan penanganan yang cukup serius. Dari laporan ICNARC tersebut diketahui bahwa hampir 3/4 dari pasien covid yang masuk ICU memiliki status gizi gemuk dan obes. Sebagai tambahan, semakin gemuk seseorang maka semakin meningkat risikonya untuk meninggal disaat mendapatkan perawatan ICU tersebut.

Laporan-laporan ini sebenarnya sudah beberapa waktu lalu dilaporkan oleh tim penelitian dari wuhan, bahwa orang yang berisiko mengalami keparahan akibat covid adalag yang memliki kompensasi metabolik seperti diabetes mellitus, dan penuaan. Namun, kenyataan mengenai pengaruh buruk kegemukan baru semakin jelas dari laporan dari Inggris ini. World Obesity Federation pun memberikan pernyataan bahwa orang gemuk/obes yang terkena virus memiliki risiko keparan yang lebih tinggi dibandingkan orang yang normal.

Kenapa?
Salah satu paper hasil pemikirin peneliti di Cina, Amerika, Itali dan Inggris baru-baru ini dipublikasikan pada jurnal Cell Death & Differentiation. Mereka memperkirakan bahwa reaksi inflamasi atau peradangan yang berlebihan justru berdampak pada keparahan akibat serangan virus sehingga berdampak pada kematian. Mereka menyebutnya badai sitokin. Menilik dari spekulasi ini, dapat diperkirakan bahwa hal inilah yang menyebabkan orang gemuk dan DM lebih rentan untuk menjadi parah akibat serangan virus, karena kondisi inflamasi di dalam tubuh mereka memang lebih tinggi dibandingkan orang normal. 
Penjelasan selengkapnya mengenai inflamasi, kegemukan, gizi dan genetik akan saya bahas lebih lanjut di kelas online pada Wellness Academy hari rabu nanti. Sampai jumpa.