Telomer adalah ujung-ujung kromosom manusia yang dilindungi oleh kompleks DNA-Protein. Telomer bisa dijadikan indikator penuaan biologis. Berbagai nutrisi mempengaruhi panjang telomer melalui mekanisme yang mencerminkan perannya dalam fungsi seluler termasuk perbaikan DNA dan pemeliharaan kromosom, metilasi DNA, peradangan, stres oksidatif dan aktivitas enzim telomerase yang menambah pengulangan telomerik.

Kerusakan pada DNA telomer karena stres oksidatif atau berkurangnya ketersediaan prekursor nukleotida menghasilkan telomer yang lebih pendek. Nutrisi anti-inflamasi dan antioksidan dapat mengurangi pemendekan telomer. Nutrisi juga memiliki potensi untuk mempengaruhi regulasi panjang telomer, misalnya folat melalui perannya dalam status epigenetik DNA dan histones, dan nikotinamid melalui perannya sebagai substrat untuk modifikasi pasca-translasional dari protein terkait telomer.

Adapun konsumsi zat gizi seperti folat, zinc, nicotinamide, magnesium bukan untuk memperpanjang telomer melainkan untuk memperlambat pemendekan telomer. Defisiensi zinc, folat, nicotinamide, magnesium dapat menyebabkan kerusakan DNA yang berakibat pada pemendekan telomer. Vitamin C dan E mencegah stres oksidatif serta Omega 3, vitamin A dan D dan serat mencegah inflamasi. Gaya hidup sehat dengan diet tinggi buah-buahan dan sayuran dikombinasikan dengan olahraga, indeks massa tubuh yang lebih rendah dan tidak merokok dikaitkan dengan telomer yang lebih lama.

Penulis & Infografis : Inayah Aprilia Hidayatunnufus (Mahasiswa Prodi S1 Gizi Kesehatan, Universitas Gadjah Mada)

Ref: Ligi Paul, Journal of Nutritional Biochemistry, 2011