Indonesia adalah negara tropis yang terpapar sinar matahari sepanjang tahun. Menariknya adalah beberapa laporan menunjukan bahwa masih banyak masyarakat kita yang mengalami kekurangan vitamin D. Vitamin ini dikenal sebagai vitamin yang bisa diproduksi sendiri oleh tubuh dengan bantuan sinar matahari. Tetapi mengapa banyak yang kekurangan? Mungkin karena gaya hidup kita yang berubah dan makin banyak kita yang bekerja di dalam ruangan dan budaya pakaian tertutup. Oleh karena itu, sebagai solusinya diperlukan sumber vitamin D dari makanan. Meskipun terdengar mudah, hal ini cukup sulit diterapkan karena sumber vitamin D dalam pola makan masyarakat masih cukup terbatas, misalnya susu/produk olahan susu, dan ikan laut dalam. Meskipun telur mengandung vitamin D, tetapi jenis lauk ini bukanlah jenis lauk yang paling banyak dikonsumsi (Suvei diet total 2014). Dengan demikian fortifikasi ditawarkan sebagai alternatif solusi. Dalam video ini akan dijelaskan keamanan dan efektifitas fortifikasi vitamin D bagi lansia.

Kamu bisa membaca jurnal lengkapnya disini :

McCourt A, McNulty BA, Walton J, O’Sullivan A. Efficacy and safety of food fortification to improve vitamin D intakes of older adults [published correction appears in Nutrition. 2020 May 18;:110837].┬áNutrition. 2020;75-76:110767.

doi: 10.1016/j.nut.2020.110767