Food Safety pada Lanjut Usia: Hal yang Perlu Diperhatikan

Oleh Harry Freitag Luglio Muhammad, S.Gz, M.Sc, PhD, Dietisien

Food safety menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan pada senior. Ada beberapa alasan mengapa keamanan makanan perlu dianggap serius pada kelompok usia ini.

Salah satunya adalah adanya penurunan kekebalan tubuh. Daya tahan tubuh senior berkurang sehingga lebih mudah mengalami sakit.

Selain itu, senior juga mengalami penurunan kemampuan untuk mengolah makanan sendiri. Ketika seseorang mengalami masalah infeksi dan sebagainya, kondisi tersebut dapat menimbulkan dampak kesehatan yang serius.

Tiga kondisi tersebut menjadi alasan mengapa food safety perlu diperhatikan dan dicek pada klien senior.

Empat Faktor yang Perlu Diperhatikan dalam Food Safety

Dalam melihat masalah food safety pada senior, terdapat beberapa faktor yang dapat berkontribusi terhadap masalah keamanan makanan.

1. Temperatur Makanan

Temperatur menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika menyimpan atau menyajikan makanan.

Perlu dilihat apakah temperatur penyimpanan atau penyajian makanan memiliki risiko terhadap pertumbuhan bakteri.

Ketika makanan sudah disiapkan, makanan panas perlu disajikan dalam kondisi panas dan makanan dingin disajikan dalam kondisi dingin.

Setelah makanan diolah dan disiapkan, makanan tersebut perlu diperhatikan waktunya. Jika dalam dua jam makanan tidak habis, makanan perlu dimasukkan ke dalam kulkas.

2. Personal Hygiene

Personal hygiene juga menjadi bagian penting dalam food safety.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kebiasaan mencuci tangan ketika mengolah makanan.

Kebersihan selama proses pengolahan makanan menjadi bagian yang perlu dicek ketika melakukan penilaian food safetypada senior.

3. Kontaminasi saat Preparasi Makanan

Kontaminasi dapat terjadi selama proses persiapan makanan.

Sebagai contoh, apabila seseorang menggunakan talenan yang sama untuk ayam dan buah, bakteri yang terdapat pada ayam dapat menempel pada talenan. Ketika talenan tersebut kemudian digunakan untuk memotong buah yang biasanya dikonsumsi dalam kondisi mentah, bakteri tersebut dapat ikut menempel pada buah.

Karena itu, proses preparasi makanan perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya kontaminasi.

Selain itu, makanan juga perlu dimasak dengan suhu yang aman.

Hal yang perlu dijelaskan antara lain mencuci tangan, memisahkan bahan makanan mentah dan matang, serta memasak makanan pada suhu yang aman.

4. Penyimpanan Makanan

Setelah makanan selesai diolah dan disiapkan, makanan perlu diperhatikan penyimpanannya.

Makanan yang tidak habis dalam waktu dua jam perlu dimasukkan ke dalam kulkas. Petunjuk pada kemasan makanan juga perlu selalu diikuti.

Makanan panas disajikan panas, sedangkan makanan dingin disajikan dingin.

Jika terdapat keraguan terhadap kondisi makanan, makanan tersebut sebaiknya dibuang.

Jangan Mengabaikan Bau Makanan

Tidak sedikit orang yang mengalami keracunan makanan ketika sebenarnya sudah memiliki kecurigaan terhadap kondisi makanan.

Misalnya, ketika makanan akan dimakan kemudian tercium bau yang agak aneh. Meskipun merasa lapar, kondisi tersebut tetap perlu diperhatikan.

Jika ragu terhadap makanan, makanan tersebut sebaiknya dibuang.

Pada orang dewasa, keracunan makanan mungkin dapat menyebabkan diare dan tidak selalu menjadi kondisi yang fatal. Namun, pada senior, kondisi tersebut dapat menjadi lebih serius.

Karena itu, ketika terdapat keraguan terhadap kondisi makanan, makanan tersebut sebaiknya dibuang.

Penurunan Kemampuan Penciuman pada Lanjut Usia

Hal yang juga perlu diperhatikan adalah penurunan kemampuan penciuman pada senior.

Penciuman atau kemampuan mengenali bau merupakan salah satu pancaindra yang penting untuk mendeteksi adanya bahaya pada makanan.

Terkadang kondisi makanan dapat dilihat secara visual, tetapi visual saja tidak selalu cukup.

Sebagai contoh, ketika akan mengonsumsi sayuran yang sudah basi, seseorang biasanya akan mencium baunya terlebih dahulu.

Pada orang dewasa, kondisi tersebut mungkin tidak terlalu menjadi masalah. Namun, pada senior, hal tersebut perlu mendapatkan perhatian karena kemampuan penciuman dapat mengalami penurunan.

Karena itu, diperlukan aturan yang lebih ketat dalam penyimpanan makanan. Salah satunya adalah makanan yang sudah dipersiapkan atau dimasak selama dua jam perlu dimasukkan ke dalam kulkas dan tidak dibiarkan terlalu lama.

Food Safety dalam Makanan Gizi Lanjut Usia

Food safety menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan makanan untuk senior.

Penurunan daya tahan tubuh, penurunan kemampuan mengolah makanan, serta dampak kesehatan yang serius ketika terjadi infeksi menjadi beberapa alasan mengapa keamanan makanan perlu diperhatikan.

Pengecekan terhadap temperatur makanan, personal hygiene, kontaminasi selama preparasi, cara memasak, serta penyimpanan makanan menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam food safety pada senior.

Pelajari Lebih Lanjut tentang Gizi untuk Lanjut Usia

Pembahasan mengenai gizi pada senior, termasuk proses asesmen dan berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam mengidentifikasi risiko masalah gizi, dapat dipelajari lebih lanjut melalui buku Gizi untuk Lanjut Usia. Buku ini dapat menjadi referensi untuk memahami berbagai aspek gizi pada senior secara lebih lengkap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More Articles & Posts