Gluten Intolerance dan Genetik: Mengapa Respons terhadap Gluten Berbeda pada Setiap Orang?

Oleh Harry Freitag Luglio Muhammad, S.Gz, M.Sc, PhD, Dietisien

Gluten merupakan salah satu komponen makanan yang banyak ditemukan pada produk berbahan dasar gandum. Berbeda dengan masyarakat di berbagai negara Barat yang mengonsumsi gandum sebagai makanan pokok, masyarakat Indonesia lebih banyak memperoleh karbohidrat dari padi-padian dan umbi-umbian.

Meskipun demikian, semakin banyaknya produk berbahan gandum membuat pembahasan mengenai gluten intolerancemenjadi semakin relevan. Buku ini membahas bagaimana faktor genetik berhubungan dengan respons tubuh terhadap gluten dan mengapa risiko setiap orang dapat berbeda.

Gluten Berasal dari Berbagai Produk Berbahan Gandum

Gluten terdapat pada berbagai makanan yang menggunakan gandum sebagai bahan utama maupun campuran.

Beberapa contoh yang dibahas meliputi:

  • roti,
  • cookies,
  • donat,
  • berbagai produk berbahan gandum,
  • produk berbahan singkong yang dicampur tepung gandum.

Karena itu, gluten dapat ditemukan pada banyak makanan olahan yang dikonsumsi sehari-hari.

Gluten Intolerance Lebih Banyak Ditemukan di Negara Barat

Pembahasan dalam buku menjelaskan bahwa kasusย gluten intoleranceย atau hipersensitivitas terhadap gluten lebih banyak ditemukan pada masyarakat Barat. Sebaliknya, masyarakat Asia lebih banyak memiliki risiko mengalamiย lactose intolerance, sedangkan prevalensi gluten intolerance relatif lebih rendah. Beberapa negara yang disebut memiliki prevalensi lebih tinggi antara lain Amerika, Rusia, negara-negara Skandinavia, Arab, India, dan Australia.

Gluten Intolerance Berhubungan dengan Sistem Imun

Berbeda denganย lactose intoleranceย yang terjadi karena kekurangan enzim laktase,ย gluten intoleranceย berhubungan dengan mekanisme sistem imun. Ketika gluten masuk ke saluran pencernaan, gluten akan dikenali olehย antigen-presenting cell (APC)ย di usus. Aktivasi sistem imun inilah yang kemudian menimbulkan reaksi terhadap gluten.

Bagaimana Gluten Menimbulkan Gangguan?

Setelah gluten dikenali oleh sistem imun, makrofag akan mengaktifkan rangkaian respons imun. Aktivasi tersebut menyebabkan sistem imun bereaksi terhadap gluten sehingga sel-sel pada saluran pencernaan, termasuk mikrovili usus, dapat mengalami kerusakan. Kerusakan pada mikrovili akan mengganggu proses pencernaan.

Gejala Gluten Intolerance

Gangguan yang dijelaskan pada buku dapat menimbulkan berbagai gejala, antara lain:

  • mual,
  • kembung,
  • kelelahan,
  • diare,
  • sakit kepala,
  • nyeri pada usus,
  • penurunan berat badan yang drastis,
  • gangguan saluran pencernaan lainnya.

Gejala tersebut dapat bervariasi pada setiap individu dan tidak selalu bersifat spesifik.

Peran Molekul HLA dalam Respons terhadap Gluten

Proses respons imun terhadap gluten melibatkan molekulย HLA. HLA merupakan molekul yang terdapat pada permukaan sel sistem imun dan berperan dalam menerima antigen, termasuk gluten. Melalui proses tersebut, HLA membantu mengaktivasi sel T sehingga memicu respons imun terhadap gluten.

Variasi Genetik HLA dan Risiko Gluten Intolerance

Buku ini juga membahas adanya variasi genetik pada gen yang mengode molekulย HLA. Salah satu variasi yang dijelaskan adalahย rs2187668, yang dalam berbagai studi dikaitkan dengan penyakit yang melibatkan sistem imun, termasuk penyakit autoimun seperti lupus dan penyakit celiac. Pembahasan juga menjelaskan bahwa individu yang membawa alel tertentu pada variasi tersebut memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit celiac.

Faktor Genetik Memengaruhi Risiko Setiap Populasi

Risiko gluten intolerance tidak sama pada setiap populasi. Masyarakat Asia dijelaskan memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan populasi Kaukasia, sehingga kejadian penyakit celiac lebih banyak ditemukan pada negara-negara Nordik dan populasi berkulit putih. Perbedaan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa karakteristik kasus yang ditemui pada berbagai negara dapat berbeda.

Buku yang Membahas Nutrigenetik dan Gluten Intolerance

Buku ini membahas hubungan antara gluten, sistem imun, dan variasi genetik dalam pendekatan nutrigenetik. Pembahasannya meliputi sumber gluten dalam makanan, mekanisme gluten intolerance, peran antigen-presenting cell (APC), makrofag, sel T, molekulย HLA, variasi genetikย rs2187668, hingga hubungan faktor genetik dengan risiko penyakit celiac pada berbagai populasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More Articles & Posts