Kalsium dan Kesehatan Tulang: Mengapa Kebutuhan Kalsium Setiap Orang Bisa Berbeda?

Oleh Harry Freitag Luglio Muhammad, S.Gz, M.Sc, PhD, Dietisien

Mengapa Kalsium Perlu Dibahas?

Kalsium merupakan salah satu zat gizi mikro yang termasuk ke dalam kelompok mineral dan memiliki peran penting bagi kesehatan. Bagi sebagian orang, terutama yang masih berada pada usia produktif, pembahasan mengenai kalsium mungkin terasa kurang menarik. Tidak sedikit yang berpikir bahwa masalah kalsium baru menjadi perhatian ketika usia sudah bertambah.

Padahal, pada kelompok usia yang memiliki risiko lebih tinggi, kalsium sering dikaitkan dengan masalah kesehatan tulang. Salah satu kondisi yang paling sering ditemukan adalah fraktur atau patah tulang. Jika pada masa kanak-kanak kalsium lebih banyak dikaitkan dengan pertumbuhan tinggi badan, maka pada usia yang lebih lanjut kalsium berperan dalam menjaga kesehatan tulang.

Selain itu, terdapat berbagai kondisi yang berhubungan dengan asupan kalsium yang kurang maupun gangguan yang memengaruhi kondisi kalsium di dalam tubuh.

Hubungan Kalsium dan Nutrigenetik

Pembahasan mengenai kalsium juga dapat dilihat dari sudut pandang nutrigenetik. Terdapat gen-gen tertentu yang diperiksa untuk mengetahui risiko seseorang mengalami kekurangan kalsium atau membutuhkan kalsium dalam jumlah yang lebih tinggi dibandingkan orang lain.

Melalui pendekatan tersebut, kebutuhan kalsium tidak hanya dilihat dari pola makan, tetapi juga dari variasi genetik yang dimiliki oleh setiap individu. Mekanisme tersebut dibahas secara khusus pada pembahasan mengenai kalsium.

Apakah Kita Sudah Memperhatikan Asupan Kalsium?

Setiap orang memiliki perhatian yang berbeda terhadap zat gizi yang dikonsumsi sehari-hari. Ada yang lebih fokus memenuhi kebutuhan vitamin D, ada yang memperhatikan asupan omega-3, ada yang berusaha meningkatkan konsumsi serat karena merasa kurang mengonsumsi sayur dan buah, dan ada pula yang lebih memperhatikan protein karena aktif berolahraga atau ingin meningkatkan massa otot.

Hal yang sama juga berlaku pada kalsium. Tidak semua orang menjadikan kalsium sebagai zat gizi yang diperhatikan setiap hari, padahal kebutuhan setiap individu dapat berbeda.

Mengapa Kesehatan Tulang Harus Dijaga Sejak Dini?

Salah satu alasan penting membahas kalsium adalah meningkatnya angka kejadian patah tulang atau fraktur. Kondisi ini lebih sering ditemukan pada kelompok usia yang lebih tua, terutama usia di atas 50 tahun.

Pada perempuan, selain dipengaruhi oleh pola makan, kondisi hormonal juga ikut berperan dalam memengaruhi kesehatan tulang. Oleh karena itu, menjaga kepadatan tulang menjadi hal yang penting.

Proses menjaga kepadatan tulang sebenarnya sudah dimulai sejak dini. Kalsium mulai “ditabung” di dalam tulang sejak masa kanak-kanak hingga dewasa. Ketika seseorang memasuki usia yang lebih lanjut, kondisi tulangnya sangat dipengaruhi oleh proses yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Karena itu, kepadatan tulang tidak dapat ditingkatkan secara instan hanya dengan meningkatkan konsumsi kalsium ketika masalah sudah muncul. Proses pembentukan dan penyimpanan kalsium di dalam tulang berlangsung secara bertahap.

Tulang Merupakan Jaringan yang Hidup

Tulang bukanlah jaringan mati seperti kayu yang telah dipotong menjadi pintu, kursi, atau jendela. Tulang merupakan jaringan hidup yang di dalamnya terdapat sel-sel yang berfungsi menyimpan kalsium.

Inilah alasan mengapa upaya menjaga kesehatan tulang sebaiknya dilakukan sejak dini. Banyak orang baru mengetahui bahwa kepadatan tulangnya menurun setelah mengalami patah tulang. Pada kondisi osteoporosis, penurunan kepadatan tulang sering kali tidak menimbulkan keluhan sehingga baru disadari ketika sudah terjadi masalah.

Mengapa Kekurangan Kalsium Masih Menjadi Perhatian?

Di berbagai negara, termasuk negara-negara Asia, konsumsi bahan makanan yang menjadi sumber kalsium masih belum terlalu tinggi. Sebagian masyarakat juga tidak terbiasa mengonsumsi sumber kalsium secara rutin.

Karena itu, perhatian terhadap kecukupan kalsium tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan harian, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga kepadatan tulang dan mencegah terjadinya patah tulang.

Peran Kalsium di Dalam Tubuh

Sekitar 99% kalsium di dalam tubuh berada di jaringan tulang. Oleh karena itu, berbagai gangguan pada tulang sering kali berkaitan dengan kondisi kalsium.

Sementara itu, sekitar 1% kalsium berada pada berbagai jaringan lain di dalam tubuh. Kalsium berperan pada fungsi otot, sistem saraf, proses penjendalan darah, serta membantu mengatur tekanan darah.

Walaupun jumlahnya hanya sekitar 1%, kalsium pada jaringan-jaringan tersebut memiliki berbagai fungsi penting. Sebaliknya, sebagian besar kalsium tetap tersimpan di dalam tulang sehingga kesehatan tulang menjadi salah satu aspek utama yang berkaitan dengan kecukupan kalsium.

Jika ingin mempelajari lebih dalam mengenai bagaimana faktor genetik dapat memengaruhi kebutuhan kalsium, mengapa sebagian orang memiliki risiko lebih tinggi mengalami kekurangan kalsium, serta bagaimana gen berhubungan dengan kesehatan tulang, pembahasan tersebut dijelaskan secara khusus pada Chapter 18 buku Aplikasi Nutrigenetik. Buku ini membahas penerapan nutrigenetik dalam berbagai kondisi secara praktis sehingga membantu pembaca memahami hubungan antara variasi genetik dan kebutuhan zat gizi. Informasi lebih lanjut mengenai buku dapat dilihat melalui halaman Aplikasi Nutrigenetik di Gizi Gama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More Articles & Posts