Lactose Intolerance dan Genetik : Mengapa Sebagian Orang Tidak Toleran terhadap Susu?

Oleh Harry Freitag Luglio Muhammad, S.Gz, M.Sc, PhD, Dietisien

Konsumsi susu dan produk olahan susu semakin meningkat. Di supermarket, pilihan produk berbahan dasar susu seperti susu cair, keju, es krim, yogurt, butter, danย sour creamย menjadi semakin beragam. Seiring meningkatnya konsumsi tersebut, pemahaman mengenaiย lactose intoleranceย menjadi semakin penting.

Buku ini membahas bagaimana faktor genetik berperan dalam menentukan kemampuan tubuh mencerna laktosa sehingga tidak semua orang memberikan respons yang sama terhadap konsumsi susu.

Mengapa Lactose Intolerance Menjadi Semakin Relevan?

Meskipun Indonesia bukan negara penghasil susu utama, konsumsi susu dan produk olahannya terus meningkat.

Hal ini menjadikan pembahasan mengenai lactose intolerance semakin penting, terutama karena sebagian orang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan yang mengandung laktosa.

Laktosa Terdapat pada Berbagai Produk Susu

Laktosa terdapat pada berbagai produk berbahan dasar susu, antara lain:

  • susu,
  • keju,
  • es krim,
  • yogurt,
  • butter,
  • sour cream.

Karena banyak makanan menggunakan susu sebagai bahan dasar, kandungan laktosa juga terdapat pada berbagai produk olahan tersebut.

Indonesia Memiliki Kejadian Lactose Intolerance yang Tinggi

Peta kejadian lactose intolerance menunjukkan bahwa Indonesia termasuk negara dengan kejadian lactose intoleranceyang tinggi.

Kondisi ini juga banyak ditemukan pada negara-negara tropis yang bukan merupakan penghasil susu utama, berbeda dengan negara seperti Australia, Selandia Baru, Kanada, maupun negara-negara di Eropa Utara yang memiliki produksi susu lebih tinggi.

Apa Penyebab Lactose Intolerance?

Lactose intoleranceย terjadi ketika tubuh tidak mampu mengolah laktosa karena kekurangan enzimย laktase. Enzim laktase berfungsi mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa sehingga dapat diserap oleh usus. Apabila enzim laktase tidak cukup atau tidak tersedia, laktosa tidak dapat diolah dan akan menumpuk di saluran pencernaan.

Gejala Lactose Intolerance

Laktosa yang tidak dapat dicerna dapat dimanfaatkan oleh bakteri di usus sehingga menimbulkan berbagai keluhan, seperti:

  • gas,
  • diare,
  • kram,
  • kembung,
  • mual,
  • muntah,
  • flatulensi,
  • gangguan pernapasan,
  • reaksi alergi,
  • bloating.

Keluhan tersebut berkaitan dengan ketidakmampuan tubuh mengolah laktosa.

Lactase Persistence dan Lactose Intolerance

Apabila tubuh mampu menghasilkan enzim laktase yang cukup, laktosa dapat dipecah menjadi glukosa dan galaktosa untuk kemudian diserap oleh usus. Kondisi ini disebut sebagaiย lactase persistence. Sebaliknya, apabila produksi laktase tidak mencukupi, kondisi tersebut dikenal sebagaiย lactose intolerance.

Peran Gen MCM6 terhadap Produksi Laktase

Salah satu bagian yang dibahas dalam buku ini adalah peran genย MCM6. Gen MCM6 terletak sebelum gen yang memproduksi enzim laktase. Variasi pada gen ini berhubungan dengan kemampuan tubuh menghasilkan enzim laktase. Dengan demikian, variasi pada gen MCM6 dapat memengaruhi terjadinyaย lactose intolerance.

Variasi Genetik MCM6 dan Lactose Intolerance

Genย MCM6ย memiliki beberapa variasi. Pembahasan dalam buku menjelaskan bahwa variasi tersebut berhubungan dengan kondisiย lactase persistenceย maupunย lactase non-persistenceย (lactose intolerance).

Pada studi yang dijelaskan, individu dengan variasi genetik tertentu memiliki kecenderungan lebih tinggi mengalami lactose intolerance, sedangkan variasi lainnya masih memungkinkan tubuh tetap menghasilkan enzim laktase.

Mengapa Genetic Testing Menjadi Penting?

Pendekatan yang dibahas dalam buku ini adalah mengetahui variasi genetik terlebih dahulu melaluiย genetic testing. Dengan mengetahui variasi pada genย MCM6, seseorang dapat mengetahui kecenderungan mengalamiย lactose intolerancesehingga dapat mempertimbangkan konsumsi makanan yang mengandung laktosa tanpa harus menunggu munculnya keluhan setelah mengonsumsinya.

Buku yang Membahas Nutrigenetik dan Lactose Intolerance

Buku ini membahas hubungan antara lactose intolerance, enzim laktase, dan variasi gen MCM6 dalam pendekatan nutrigenetik. Pembahasannya meliputi sumber laktosa dalam makanan, mekanisme terjadinya lactose intolerance, gejala yang dapat muncul, konsep lactase persistence dan lactase non-persistence, serta pemanfaatan genetic testing untuk mengetahui kecenderungan tubuh dalam mencerna laktosa.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More Articles & Posts