Mengapa Trigliserida Darah Mudah Tinggi Meski Masih Muda?
Oleh Harry Freitag Luglio Muhammad, S.Gz, M.Sc, PhD, Dietisien
Trigliserida darah merupakan salah satu parameter yang penting untuk dipantau. Kadar trigliserida yang tinggi perlu diperhatikan karena dapat berhubungan dengan pembentukan plak pada pembuluh darah serta meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Menariknya, trigliserida darah dapat tetap tinggi meskipun seseorang masih muda dan merasa pola makannya biasa saja. Selain usia dan aktivitas fisik,ย apa yang kita makanย memiliki pengaruh besar terhadap kadar trigliserida.ย
Mengapa Trigliserida Bisa Tinggi Saat Puasa?
Salah satu pertanyaan yang menarik adalah mengapa seseorang dapat memiliki kadar trigliserida yang tinggi bahkan dalam kondisi puasa. Penelitian mengenai kondisi ini kemudian mencoba mencari faktor genetik yang berhubungan dengan kadar trigliserida yang tinggi.
Salah satu faktor yang ditemukan berkaitan dengan kondisi tersebut adalahย glucokinase regulatory protein (GCKR), yaitu protein yang mengendalikan enzim glukokinase. Variasi genetik tertentu pada GCKR dapat memengaruhi kadar trigliserida seseorang.ย
Variasi Gen GCKR dan Trigliserida
Salah satu variasi yang diteliti adalahย rs1260326 pada glucokinase regulatory protein (GCKR). Variasi ini berdampak pada perubahan asam amino P446L, yaitu perubahan proline (P) menjadi leucine (L).ย
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang membawa varianย L (leucine)ย memiliki kadar trigliserida yang lebih tinggi.ย
Temuan ini memberikan gambaran bahwa kadar trigliserida tidak hanya dipengaruhi oleh pola makan dan gaya hidup, tetapi juga dapat berkaitan denganย variasi genetik seseorang.

Apakah Pilihan Makanan Berpengaruh?
Perbedaan genetik juga dapat berkaitan dengan respons terhadap pilihan makanan tertentu. Data yang ditampilkan menunjukkan adanya perbedaan dampak beberapa jenis makanan terhadap kadar trigliserida pada kelompok dengan genotipe yang berbeda.
Beberapa pola yang ditunjukkan antara lain:
- Minyak zaitun:ย konsumsi โฅ4 sdm/hari dikaitkan dengan penurunan trigliserida, dengan penurunan lebih besar pada kelompok PL+LL.
- Sayuran:ย konsumsi โฅ2 porsi/hari dikaitkan dengan penurunan trigliserida, dengan penurunan lebih besar pada kelompok PL+LL.
- Daging merah:ย konsumsi โฅ1 porsi/hari meningkatkan trigliserida, dengan peningkatan lebih besar pada kelompok PL+LL.
- Mentega, margarin, dan krim:ย meningkatkan trigliserida, dengan peningkatan lebih besar pada kelompok PL+LL.
- Minuman manis:ย konsumsi โฅ1 porsi/hari meningkatkan trigliserida, dengan peningkatan lebih besar pada kelompok PL+LL.
- Kacang-kacangan:ย konsumsi โฅ3 porsi/minggu menstabilkan trigliserida pada kelompok PP dan menurunkannya sedikit pada kelompok PL+LL.
- Unggas dibandingkan daging merah:ย ditunjukkan sebagai pilihan yang lebih sehat untuk trigliserida.
- Kue dan pastry:ย konsumsi โฅ2 porsi/minggu meningkatkan trigliserida, dengan peningkatan lebih besar pada kelompok PL+LL.ย
Trigliserida Tinggi Tidak Selalu Berarti Harus Mengurangi Lemak
Temuan tersebut menunjukkan bahwa strategi untuk menurunkan trigliserida dapat berbeda pada setiap orang. Pendekatannya bukan hanya sekadar mengurangi asupan lemak, tetapi pada sebagian orang dapat diperlukan perubahanย struktur diet harian dan pilihan makanan.ย
Dengan demikian, pengelolaan trigliserida dapat menjadi lebih personal dengan mempertimbangkan karakteristik individu, termasuk faktor genetik dan pola makan.
Peran Pemeriksaan Genetik dalam Gizi Personal
Pemeriksaan genetik diharapkan dapat membantu mengetahui karakteristik profil genetik seseorang sehingga pilihan makanan dapat disesuaikan. Dalam materi ini, pemeriksaan tersebut disebut dapat dilakukan melaluiย GenKu oleh Widya Genomic.ย
Konsep ini menjadi salah satu contoh bagaimanaย nutrigenetikย dapat digunakan untuk memahami hubungan antara variasi genetik, makanan, dan respons tubuh. Alih-alih menggunakan satu strategi diet yang sama untuk semua orang, informasi mengenai variasi genetik dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan pendekatan nutrisi yang lebih individual.
Memahami Trigliserida Secara Lebih Personal
Kadar trigliserida dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk usia, aktivitas fisik, makanan, dan faktor genetik. Variasi pada gen GCKR merupakan salah satu contoh bagaimana perbedaan genetik dapat berkaitan dengan kadar trigliserida dan respons terhadap pilihan makanan.
Karena itu, strategi pengelolaan trigliserida tidak selalu cukup dengan pendekatanย โkurangi lemakโ. Pada sebagian individu, perubahan struktur diet dan pemilihan makanan yang lebih sesuai dengan karakteristik tubuh dapat menjadi bagian dari strategi yang lebih personal.ย
Temuan mengenai variasi genย GCKRย dan kaitannya dengan kadar trigliserida menunjukkan bahwa respons terhadap makanan dapat berbeda antarindividu. Karena itu, strategi menurunkan trigliserida tidak selalu cukup dengan menerapkan satu pola diet yang sama untuk semua orang.ย Di sinilah konsepย nutrigenetik dan personalized nutritionย menjadi relevan. Bukuย *Aplikasi Nutrigenetik*ย dirancang untuk membantu menerjemahkan informasi variasi genetik menjadi rekomendasi gizi yang aplikatif, termasuk menghubungkan variasi gen dengan kebutuhan zat gizi, pemilihan makanan, penyusunan menu, hingga integrasinya ke dalamย Nutrition Care Process (NCP).ย Dengan demikian, bagi tenaga kesehatan yang ingin memahami bagaimana data genetik dapat digunakan untuk menyusun strategi diet yang lebih personal, termasuk dalam menghadapi masalah metabolik seperti trigliserida tinggi, buku ini dapat menjadi panduan praktis untuk mulai menerapkan nutrigenetik dalam layanan gizi.ย


Leave a Reply