Omega-3, PUFA, dan Nutrigenetik: Mengapa Kebutuhan Setiap Orang Bisa Berbeda?

Oleh Harry Freitag Luglio Muhammad, S.Gz, M.Sc, PhD, Dietisien

PUFA (polyunsaturated fatty acid) merupakan salah satu jenis lemak yang dibutuhkan tubuh. Berbeda dengan lemak jenuh yang perlu dibatasi, PUFA memiliki berbagai fungsi penting, mulai dari pembentukan jaringan hingga membantu mengatur peradangan di dalam tubuh.

Namun, tidak semua orang memiliki kemampuan yang sama dalam mengendalikan proses peradangan. Salah satu faktor yang memengaruhinya adalah variasi genetik. Buku ini membahas bagaimana informasi genetik dapat dimanfaatkan untuk menentukan rekomendasi asupan omega-3 yang lebih sesuai dengan kondisi masing-masing individu.

Apa Itu PUFA?

Lemak dalam makanan terdiri atas tiga kelompok utama, yaitu:

  • lemak jenuh,
  • lemak tidak jenuh tunggal (MUFA),
  • lemak tidak jenuh ganda atau PUFA (polyunsaturated fatty acid).

PUFA merupakan jenis lemak yang diperlukan oleh tubuh. Beberapa turunannya berperan dalam pembentukan jaringan saraf otak, membantu fungsi membran sel, serta berfungsi sebagai sumber energi, pembentuk hormon, dan berbagai komponen penting lainnya.

Omega-3 dan Omega-6 Merupakan Bagian dari PUFA

PUFA terdiri dari dua kelompok utama, yaitu:

  • omega-3,
  • omega-6.

Keduanya memiliki fungsi penting bagi tubuh. Salah satu peran yang dibahas adalah fungsi omega-3 dalam membantu menekan peradangan.

Mengapa Peradangan Perlu Dikendalikan?

Peradangan merupakan kondisi ketika tubuh menghasilkan berbagai senyawa yang dapat memengaruhi banyak sistem di dalam tubuh.

Peradangan dapat terjadi pada berbagai kondisi, seperti:

  • kegemukan,
  • diabetes yang berkepanjangan,
  • konsumsi makanan yang kurang baik,
  • paparan radikal bebas,
  • paparan asap rokok,
  • paparan lingkungan seperti asap kendaraan bermotor.

Apabila tidak dikendalikan, peradangan dapat berhubungan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, penyakit kardiovaskular, kanker, penyakit ginjal, dan penyakit lainnya.

Karena itu, pengendalian peradangan menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kesehatan.

Peran Gen PPARG dalam Mengatur Peradangan

Tubuh memiliki mekanisme untuk mengatur peradangan, salah satunya melalui gen PPARG (PPAR Gamma).

Gen ini berperan dalam membantu tubuh mengatur respons terhadap peradangan. Ketika peradangan meningkat, gen tersebut membantu mengendalikan proses tersebut.

Namun, kemampuan ini tidak sama pada setiap orang.

Variasi Genetik Dapat Memengaruhi Respons Tubuh

Kemampuan tubuh dalam mengatur peradangan dipengaruhi oleh variasi genetik.

Sebagian orang memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengendalikan peradangan, sedangkan sebagian lainnya memiliki kemampuan yang lebih rendah karena adanya variasi pada gen PPARG.

Variasi tersebut dapat diketahui melalui genetic testing.

Apa yang Dapat Dilakukan Setelah Genetic Testing?

Apabila hasil genetic testing menunjukkan adanya variasi pada gen PPARG yang berkaitan dengan peningkatan peradangan, salah satu pendekatan yang dibahas adalah meningkatkan asupan makanan yang kaya omega-3.

Beberapa sumber omega-3 yang disebutkan meliputi:

  • ikan, terutama ikan laut,
  • seafood,
  • flaxseed,
  • suplemen omega-3 sebagai salah satu alternatif.

Pendekatan ini menggunakan informasi genetik untuk membantu menyesuaikan rekomendasi asupan zat gizi sesuai karakteristik masing-masing individu.

Mengapa Nutrigenetik Menjadi Penting?

Peradangan derajat rendah sering kali tidak menimbulkan keluhan yang jelas sehingga seseorang merasa tubuhnya baik-baik saja. Namun, apabila kondisi tersebut tidak ditangani, risiko berbagai penyakit dapat meningkat tanpa disadari. Karena itu, informasi dari genetic testing dapat dimanfaatkan untuk membantu menentukan strategi diet, salah satunya melalui peningkatan asupan omega-3 sebagai bagian dari PUFA.

Buku yang Membahas Nutrigenetik dan Omega-3

Buku ini membahas hubungan antara PUFA, omega-3, peradangan, dan variasi genetik dalam pendekatan nutrigenetik. Pembahasan mencakup jenis-jenis lemak, fungsi PUFA, peran omega-3 dalam membantu mengatur peradangan, fungsi gen PPARG, serta pemanfaatan hasil genetic testing untuk menyusun rekomendasi diet yang lebih sesuai dengan karakteristik genetik setiap individu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More Articles & Posts