Perubahan Komposisi Tubuh pada Senior: Massa Otot Menurun, Lemak Meningkat
Oleh Harry Freitag Luglio Muhammad, S.Gz, M.Sc, PhD, Dietisien
Perubahan Komposisi Tubuh pada Proses Penuaan
Seiring bertambahnya usia, komposisi tubuh mengalami berbagai perubahan. Pada usia sekitar 71–75 tahun terjadi penurunan kandungan protein dalam tubuh, jumlah sel berkurang, kandungan air tubuh menurun, mineral berkurang, dan jumlah lemak meningkat.
Apabila pada orang dewasa tubuh mengandung sekitar 60% air, pada senior kandungan air tubuh menjadi sekitar 50%. Perubahan komposisi tubuh ini merupakan bagian dari proses penuaan yang terjadi secara bertahap.
Massa Bebas Lemak Menurun Setelah Usia 30 Tahun
Perubahan komposisi tubuh sebenarnya telah dimulai sejak usia 30 tahun. Berdasarkan data yang dipublikasikan pada tahun 2011, massa bebas lemak (fat-free mass) diperkirakan mengalami penurunan sekitar 2–3% setiap dekade setelah usia 30 tahun.
Penurunan massa bebas lemak tersebut mencakup berkurangnya massa otot, massa tulang, maupun kandungan air tubuh. Oleh karena itu, semakin bertambah usia, perubahan komposisi tubuh menjadi semakin nyata.
Perbedaan Antar Ras Perlu Diperhatikan
Interpretasi hasil penelitian mengenai komposisi tubuh perlu mempertimbangkan karakteristik populasi yang diteliti. Ras Asia, Afrika, dan Kaukasia memiliki pola komposisi tubuh yang berbeda.
Secara umum, ras Asia memiliki massa otot yang lebih rendah dibandingkan ras Afrika maupun Kaukasia. Kondisi tersebut menyebabkan perubahan komposisi tubuh pada populasi Asia menjadi hal yang perlu mendapat perhatian.
Perubahan Jaringan Lemak pada Proses Penuaan
Penuaan juga menyebabkan perubahan pada jaringan adiposa. Secara umum terdapat beberapa lokasi penyimpanan lemak, yaitu lemak subkutan pada tubuh bagian atas dan lemak di daerah abdomen yang terdiri atas lemak subkutan, viseral, dan retroperitoneal.
Pada kondisi normal, jaringan lemak berfungsi sebagai tempat penyimpanan energi. Namun, pada senior terjadi perubahan cara tubuh menyimpan maupun melepaskan lemak.
Lemak subkutan lebih mudah disimpan, sedangkan lemak viseral lebih mudah melepaskan asam lemak bebas. Perubahan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa distribusi lemak berubah selama proses penuaan.
Distribusi Lemak Berubah pada Wanita dan Pria
Pada wanita, penurunan hormon estrogen menyebabkan perubahan distribusi lemak tubuh. Simpanan lemak yang sebelumnya lebih banyak berada di daerah panggul, payudara, atau jaringan subkutan beralih menuju daerah perut atau lemak viseral.
Peningkatan lemak viseral pada wanita diperkirakan meningkat sangat besar dibandingkan saat usia muda. Perubahan serupa juga terjadi pada pria, meskipun tidak sebesar yang terjadi pada wanita.
Selain itu, lemak pada lengan dan tungkai atau lemak perifer mengalami penurunan karena jaringan adiposa pada daerah tersebut kehilangan kemampuan menyimpan lemak, disertai perubahan hormonal yang mengatur distribusi lemak tubuh.
Perubahan Fungsi Jaringan Adiposa
Tidak hanya distribusi lemak yang berubah, fungsi jaringan adiposa juga mengalami perubahan.
Ukuran sel lemak menjadi lebih besar dan jaringan adiposa melepaskan lebih banyak asam lemak bebas ke dalam sirkulasi darah. Peningkatan pelepasan asam lemak tersebut meningkatkan jumlah lipid yang beredar di dalam tubuh.
Asam lemak bebas kemudian dapat masuk ke berbagai jaringan sehingga meningkatkan risiko terjadinya gangguan pada berbagai organ.
Dampak Pelepasan Asam Lemak Bebas
Pelepasan asam lemak bebas yang meningkat dapat memengaruhi berbagai jaringan tubuh. Kondisi tersebut dapat menyebabkan gangguan pada hati, meningkatkan perlemakan hati, serta memengaruhi jaringan otot.
Selain itu, kemampuan sel dalam merespons insulin mengalami penurunan sehingga glukosa menjadi lebih sulit masuk ke dalam sel. Akibatnya, kadar glukosa dalam darah meningkat dan terbentuk kondisi yang dikenal sebagai resistensi insulin.
Resistensi insulin kemudian dapat memperburuk fungsi jaringan lemak sehingga pelepasan asam lemak bebas semakin meningkat dan berpotensi menyebabkan gangguan pada jaringan lainnya.
Penurunan Kemampuan Regenerasi Sel Lemak
Pada proses penuaan, kemampuan sel adiposa untuk membelah diri juga mengalami penurunan.
Dalam kondisi asupan energi berlebih, sel lemak seharusnya dapat memperbanyak jumlahnya sehingga kapasitas penyimpanan lemak meningkat. Namun, karena kemampuan regenerasi berkurang, sel lemak lebih banyak mengalami pembesaran dibandingkan membentuk sel baru.
Perubahan tersebut menjadi bagian dari perubahan fungsi jaringan adiposa yang terjadi selama proses penuaan.
Buku Gizi untuk Lanjut Usia merupakan panduan komprehensif yang membahas perubahan fisiologis akibat proses penuaan serta implikasinya terhadap kebutuhan gizi pada senior. Buku ini mengulas berbagai topik penting, mulai dari perubahan metabolisme, kebutuhan zat gizi makro dan mikro, pencegahan serta penatalaksanaan masalah gizi seperti osteoporosis, frailty, sarcopenia, obesitas, hingga penurunan fungsi kognitif. Selain menjelaskan dasar ilmiah yang berbasis bukti, buku ini juga menyajikan contoh menu, rekomendasi praktis, dan strategi pemenuhan gizi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Disusun dengan bahasa yang mudah dipahami, buku ini menjadi referensi bagi mahasiswa, dosen, tenaga kesehatan, pendamping senior, maupun masyarakat yang ingin memahami bagaimana menjaga kesehatan, fungsi tubuh, dan kualitas hidup pada usia lanjut melalui intervensi gizi yang tepat. Informasi mengenai buku ini dapat dilihat pada halaman resmi Gizi untuk Lanjut Usia.


Leave a Reply