9 Faktor yang Meningkatkan Risiko Penurunan Status Gizi pada Lanjut Usia
Oleh Harry Freitag Luglio Muhammad, S.Gz, M.Sc, PhD, Dietisien
Penurunan status gizi pada senior dapat dipengaruhi oleh berbagai kondisi. Beberapa di antaranya berkaitan dengan penyakit, pola makan, kondisi gigi dan mulut, ekonomi, interaksi sosial, konsumsi obat-obatan, penurunan berat badan, keterbatasan dalam melakukan self care, serta usia yang semakin tua.
Berbagai faktor tersebut perlu diperhatikan dalam proses memahami risiko penurunan status gizi pada senior.
Penyakit
Penyakit dapat menjadi salah satu risiko penurunan status gizi. Masalah ini dapat bersifat fisik maupun psikologis. Contohnya adalah diabetes melitus atau stroke.
Pada senior yang mengalami stroke, kemampuan untuk makan atau kemampuan untuk menyiapkan makanan dapat berkurang, terutama setelah serangan. Tidak sedikit senior yang kemudian dapat bangkit kembali dan melakukan aktivitas meskipun tidak 100% optimal.
Meskipun demikian, dapat terjadi penurunan kemampuan dalam cara makan, memilih makanan, maupun mengolah makanan. Seseorang yang biasanya memasak kemudian merasa lelah atau mengalami kesulitan bergerak akibat penyakit akhirnya dapat memasak lebih sedikit. Kondisi ini kemudian dapat memengaruhi makanan yang dikonsumsi.
Penyakit juga dapat memengaruhi nafsu makan, kebutuhan energi, cara makan, dan jenis makanan yang dapat dikonsumsi.
Eating atau Pola Makan
Faktor berikutnya adalah eating. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah anoreksia pada senior atau penurunan nafsu makan pada senior.
Pada awalnya, seseorang mungkin memiliki berat badan yang berlebihan. Namun, ketika suatu saat ia makan dengan buruk, baik dari segi kualitas maupun jumlah yang terlalu sedikit, kondisi tersebut dapat memengaruhi risiko malnutrisi.
Hal ini juga dapat terjadi karena seseorang mengonsumsi makanan yang selalu sama. Misalnya, seseorang hanya makan nasi, bayam, dan tempe goreng secara terus-menerus tanpa perubahan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kekurangan zat gizi yang mungkin tidak banyak ditemukan dari makanan tersebut.
Karena itu, perlu diperhatikan apakah seseorang makan terlalu sedikit atau terlalu banyak. Selain jumlah makanan, perlu dicek apakah makanan yang dikonsumsi selalu sama atau tidak. Perlu dilihat pula apakahย seniorย mengonsumsi sayuran, buah, susu, atau produk olahan susu.
Susu dan produk olahan susu seperti keju atau yoghurt mungkin bukan bagian penting dari diet atau asupan sehari-hari, terutama bagi orang-orang yang tinggal di daerah yang agak rural. Padahal, susu, keju, dan produk olahan susu merupakan sumber kalsium dan protein.
Ketika produk tersebut tidak dikonsumsi, tubuh akan mencari sumber lain. Namun, perlu diperhatikan apakah sumber tersebut benar-benar dapat diandalkan.
Melalui dietary recall, dapat dicek apakah asupan makanan sudah lengkap dan apakah terdapat produk-produk tertentu yang tidak dikonsumsi.
Kehilangan Gigi dan Masalah pada Mulut
Kehilangan gigi atau nyeri pada mulut dapat menyebabkan kesulitan makan.
Kehilangan gigi atau masalah pada gigi dapat berdampak pada proses mengunyah dan menelan. Ketika proses mengunyah mengalami masalah, kenikmatan makan dapat berkurang.
Ketika kenikmatan makan berkurang, jumlah makanan yang dikonsumsi juga dapat menjadi lebih sedikit. Kondisi tersebut dapat menghasilkan penurunan asupan makan yang berdampak buruk bagi kesehatan secara umum.
Karena itu, kondisi gigi dan mulut menjadi salah satu masalah yang perlu diperhatikan.
Kondisi Ekonomi
Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak senior yang setelah selesai bekerja tidak lagi dapat menghidupi dirinya sendiri.
Ada beberapa alasan yang berkaitan dengan kondisi tersebut. Salah satunya adalah sistem yang belum mengarah ke sana. Selain itu, terdapat orang yang bekerja di sektor-sektor yang tidak memiliki sistem pensiun sehingga ketika selesai bekerja tidak lagi mendapatkan penghasilan.
Ada pula yang menerima pensiun tetapi jumlahnya tidak mencukupi. Hal tersebut dapat berkaitan dengan inflasi, kebutuhan yang semakin mahal, atau beban yang semakin meningkat.
Karena itu, penting untuk memperhatikan kondisi ketika senior makan tidak banyak dan tidak bervariasi karena kemampuan mereka dalam mendapatkan atau mengonsumsi makanan tertentu berkurang.
Kondisi economic hardship banyak dilaporkan di beberapa negara. Kondisi ini berkaitan dengan bagaimana sistem ekonomi mampu menopang kehidupan senior.
Penurunan Kontak Sosial
Penurunan kontak sosial juga dapat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.
Ada berbagai hal yang terjadi pada senior. Salah satunya adalah masalah memori atau ingatan, termasuk demensia. Kondisi tersebut menjadi masalah yang penting untuk ditangani atau setidaknya diminimalisir dampaknya terhadap well-being masing-masing individu.
Selain itu, terdapat kondisi yang menyebabkan senior cenderung mengucilkan diri dari interaksi sosial, bahkan dari keluarga mereka sendiri.
Sebagian senior juga mengalami masalah kesehatan mental. Salah satunya adalah Post Power Syndrome.
Ketika masih bekerja dan aktif bekerja, seseorang dapat memiliki kekuatan dan penghasilan. Namun, ketika berhenti bekerja, kondisi tersebut dapat tiba-tiba hilang. Hal ini dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman berada di lingkungan yang berbeda dengan kondisi ketika masih bekerja.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan kecenderungan untuk mengucilkan diri dan menjadi salah satu konteks yang perlu diperhatikan.
Konsumsi Obat-obatan
Konsumsi obat-obatan biasanya dialami oleh senior yang mengalami penyakit kronis, misalnya diabetes, hipertensi, dislipidemia, atau penyakit jantung.
Obat-obatan dapat berdampak pada beberapa hal. Pertama, obat-obatan dapat memengaruhi sensasi rasa. Selain itu, obat-obatan juga dapat memengaruhi metabolisme zat gizi dan menyebabkan penyerapan atau status zat gizi berkurang maupun meningkat secara berlebihan.
Obat-obatan juga dapat menyebabkan sensasi rasa berkurang. Sensasi rasa yang sebelumnya sudah berkurang dapat menjadi semakin berkurang akibat obat-obatan.
Selain itu, obat-obatan dapat meningkatkan masalah pada saluran cerna. Konsumsi obat-obatan dalam dosis yang cukup tinggi dapat menyebabkan masalah pada saluran cerna sehingga keinginan makan berkurang atau seseorang mengalami masalah saat makan.
Kondisi tersebut akhirnya dapat menyebabkan seseorang memutuskan untuk mengurangi makan.
Konsumsi Suplemen
Selain obat-obatan, konsumsi suplemen dalam jumlah banyak dan dosis yang tinggi juga perlu diperhatikan.
Pada awalnya, konsumsi suplemen mungkin dilakukan sebagai upaya untuk mencegah defisiensi. Namun, ketika tidak mengetahui secara jelas batasannya, dosis yang dikonsumsi dapat menjadi sangat berlebihan.
Dosis yang berlebihan dapat memengaruhi efektivitas obat dan juga memengaruhi penyerapan zat gizi lainnya.
Beberapa mineral apabila dikonsumsi secara berlebihan dapat mengganggu penyerapan zat gizi lain yang berasal dari makanan. Karena itu, perlu diperhatikan suplemen apa yang dikonsumsi oleh klien.
Penurunan Berat Badan yang Tidak Disadari
Dalam konteks senior, penurunan berat badan yang tidak disadari atau tidak diinginkan juga dapat terjadi.
Kondisi tersebut perlu didiskusikan karena terdapat banyak faktor yang dapat menyebabkan berat badan menurun, terutama ketika berat badan berkurang secara drastis.
Keterbatasan dalam Melakukan Self Care
Senior juga dapat mengalami keterbatasan dalam melakukan self care.
Keterbatasan tersebut dapat berhubungan dengan mobilitas atau kemampuan untuk berjalan dari satu tempat ke tempat lain. Keterbatasan juga dapat berkaitan dengan kemampuan melakukan hal-hal yang sebelumnya dapat dilakukan, seperti menyiapkan makan malam atau memasak.
Karena keterbatasan tersebut, sebagian senior memerlukan asisten. Asisten dapat berupa orang yang bekerja di nursing home atau sebagai perawat senior.
Pekerjaan tersebut sudah banyak dimiliki oleh negara-negara maju dan di negara-negara berkembang seperti Indonesia juga mulai meningkat karena kebutuhannya semakin meningkat.
Terutama pada senior yang ketika sudah tua masih memiliki kondisi finansial yang baik, mereka dapat membayar orang untuk membantu merawat dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Namun, kondisi tersebut belum tentu selalu baik. Ada beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang mengalami kesulitan melakukan banyak hal sehingga keinginan makan maupun kesempatan makan dapat ikut terpengaruh.
Usia yang Semakin Tua
Ketika usia semakin meningkat, terutama pada usia di atas 80 tahun, berbagai kondisi yang berkaitan dengan penurunan status gizi perlu semakin diperhatikan.
Berbagai faktor seperti penyakit, pola makan, kondisi gigi dan mulut, kondisi ekonomi, kontak sosial, konsumsi obat-obatan dan suplemen, penurunan berat badan, serta keterbatasan dalam melakukan aktivitas menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam memahami risiko penurunan status gizi padaย senior.
Pelajari Lebih Lanjut tentang Gizi untuk Lanjut Usia
Pembahasan mengenai gizi pada senior, termasuk proses asesmen dan berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam mengidentifikasi risiko masalah gizi, dapat dipelajari lebih lanjut melalui buku Gizi untuk Lanjut Usia. Buku ini dapat menjadi referensi untuk memahami berbagai aspek gizi pada senior secara lebih lengkap.


Leave a Reply