Gen FTO, Protein, dan Program Weight Loss: Mengapa Kebutuhan Protein Setiap Orang Bisa Berbeda?
Oleh Harry Freitag Luglio Muhammad, S.Gz, M.Sc, PhD, Dietisien
Tubuh memperoleh energi dari tiga zat gizi utama, yaitu protein, karbohidrat, dan lemak. Ketiganya berkontribusi terhadap total kalori yang dikonsumsi setiap hari.
Pada masyarakat Indonesia, sebagian besar energi berasal dari karbohidrat. Konsumsi karbohidrat bahkan dapat mencapai sekitar 60โ65% dari total energi harian. Hal ini terlihat dari pola makan yang umumnya didominasi oleh nasi dibandingkan lauk.
Namun, ketika menjalani program penurunan berat badan, banyak orang mengurangi porsi makan secara keseluruhan, termasuk mengurangi konsumsi protein. Buku ini membahas mengapa strategi tersebut belum tentu tepat bagi setiap orang, terutama jika dikaitkan dengan faktor genetik.
Protein Tetap Penting Saat Menjalani Program Weight Loss
Saat seseorang mengurangi total asupan energi, konsumsi protein juga sering ikut berkurang karena porsi lauk menjadi lebih sedikit.
Apabila tubuh mengalami kekurangan protein, tubuh dapat menggunakan jaringan otot sebagai sumber protein untuk menghasilkan energi, terutama ketika berada dalam kondisi defisit energi selama program weight loss.
Mengapa Kehilangan Massa Otot Perlu Diperhatikan?
Protein merupakan penyusun utama otot.
Ketika massa otot ikut berkurang selama program penurunan berat badan, penggunaan energi oleh tubuh juga dapat menurun. Hal ini karena otot merupakan jaringan yang berperan dalam menggunakan energi untuk bergerak dan melakukan berbagai aktivitas.
Oleh karena itu, menjaga kecukupan asupan protein menjadi salah satu bagian penting dalam program penurunan berat badan.
Tidak Semua Orang Memberikan Respons yang Sama terhadap Protein
Respons terhadap jumlah protein yang dikonsumsi ternyata tidak sama pada setiap orang.
Sebagian orang lebih sensitif terhadap penurunan asupan protein. Pada kelompok ini, pengurangan protein yang terlalu besar dapat memengaruhi keberhasilan program weight loss.
Perbedaan tersebut salah satunya dipengaruhi oleh faktor genetik.
Peran Gen FTO dalam Metabolisme Protein
Salah satu gen yang dibahas adalahย FTO. Berdasarkan berbagai studi pada ribuan individu di berbagai negara, variasi pada gen FTO berhubungan dengan perbedaan metabolisme protein dibandingkan individu yang tidak memiliki variasi tersebut.
Gen FTO memengaruhi bagaimana tubuh mengolah protein sehingga respons terhadap diet tinggi protein maupun rendah protein dapat berbeda pada setiap individu.
Mengapa Sebagian Orang Disarankan Mengonsumsi Protein Lebih Tinggi?
Beberapa studi menunjukkan bahwa terdapat kelompok dengan variasi tertentu pada genย FTOย yang lebih dianjurkan meningkatkan asupan protein selama menjalani programย weight loss.
Pada kelompok ini, metabolisme protein memberikan respons yang lebih baik ketika proporsi energi yang berasal dari protein lebih tinggi.
Karena itu, kebutuhan protein pada individu dengan variasi tertentu pada gen FTO dapat berbeda dibandingkan rekomendasi umum.
Nutrigenetik Membantu Menyesuaikan Rekomendasi Protein
Melaluiย genetic testing, seseorang dapat mengetahui apakah memiliki variasi pada genย FTO.
Informasi tersebut dapat digunakan untuk membantu menyesuaikan rekomendasi asupan protein selama program weight loss, sehingga pola makan tidak hanya didasarkan pada rekomendasi umum, tetapi juga mempertimbangkan karakteristik genetik masing-masing individu.
Buku yang Membahas Nutrigenetik dan Gen FTO
Buku ini membahas hubungan antara asupan protein, penurunan berat badan, dan variasi genetik dalam pendekatan nutrigenetik. Pembahasannya meliputi peran protein dalam programย weight loss, pengaruh kehilangan massa otot terhadap penggunaan energi, fungsi genย FTOย dalam metabolisme protein, serta pemanfaatan hasilย genetic testingย untuk membantu menentukan rekomendasi asupan protein yang lebih sesuai dengan karakteristik genetik setiap individu.


Leave a Reply