Mengapa Kebutuhan Gizi Berubah Seiring Penuaan?

Oleh Harry Freitag Luglio Muhammad, S.Gz, M.Sc, PhD, Dietisien

Perubahan Sistem Kardiovaskular pada Senior

Salah satu sistem tubuh yang mengalami perubahan selama proses penuaan adalah sistem kardiovaskular. Oleh karena itu, pemeriksaan tekanan darah menjadi salah satu pemeriksaan yang penting pada senior.

Perubahan yang paling jelas terjadi pada elastisitas pembuluh darah. Dibandingkan dengan usia yang lebih muda, pembuluh darah pada senior menjadi kurang elastis. Akibatnya, ketika terjadi peningkatan volume darah, tekanan darah lebih mudah meningkat.

Kondisi ini menjelaskan mengapa konsumsi makanan tinggi garam dapat lebih mudah meningkatkan tekanan darah pada senior dibandingkan pada individu yang lebih muda. Selain itu, perubahan pada jantung, kekakuan arteri, dan sistem pembuluh darah menyebabkan kelompok usia ini lebih mudah mengalami gangguan kardiovaskular.

Perubahan Sistem Endokrin

Proses penuaan juga menyebabkan perubahan pada sistem endokrin. Pada wanita terjadi penurunan kadar estrogen, sedangkan pada pria terjadi penurunan produksi testosteron.

Selain itu, kadar hormon kortisol lebih mudah meningkat sehingga respons terhadap stres juga mengalami perubahan. Perubahan hormonal lainnya meliputi perubahan fungsi tiroid, penurunan toleransi glukosa sehingga risiko diabetes meningkat, serta berkurangnya kemampuan kulit memproduksi vitamin D.

Kombinasi perubahan hormonal tersebut memengaruhi kondisi fisik maupun psikologis dan akhirnya berpengaruh terhadap kebutuhan gizi.

Perubahan Sistem Pencernaan

Sistem pencernaan mengalami berbagai perubahan selama proses penuaan. Salah satu perubahan yang mudah dikenali adalah berkurangnya jumlah gigi, tetapi perubahan tidak berhenti sampai di sana.

Produksi saliva dan mukus mengalami penurunan sehingga kemampuan melumasi makanan berkurang. Kondisi ini perlu diperhatikan saat menyusun menu karena makanan yang terlalu keras, alot, atau kering akan semakin sulit dikunyah dan ditelan.

Selain itu, dapat terjadi kesulitan mengunyah, kesulitan menelan (disfagia), penurunan produksi asam lambung (HCl), serta berkurangnya aktivitas enzim pencernaan. Akibatnya, kemampuan tubuh mencerna dan memanfaatkan zat gizi menjadi tidak seefisien ketika masih muda.

Sebagai contoh, walaupun kebutuhan protein meningkat, pemilihan sumber protein tetap perlu mempertimbangkan nilai biologis dan daya cernanya karena tidak seluruh protein dapat diserap secara optimal.

Perlambatan gerakan peristaltik usus juga dapat menyebabkan konstipasi. Penyerapan beberapa zat gizi, seperti vitamin B12, turut mengalami penurunan sehingga diperlukan perhatian terhadap status gizi, asupan makanan, serta kemungkinan fortifikasi maupun suplementasi apabila diperlukan.

Perubahan Sistem Muskuloskeletal

Pada sistem muskuloskeletal terjadi penurunan massa otot disertai peningkatan massa lemak. Perubahan komposisi tubuh tersebut menyebabkan metabolisme menurun sehingga kebutuhan gizi tidak dapat disamakan dengan orang dewasa yang lebih muda.

Selain itu, kapasitas bekerja, kekuatan otot, dan daya tahan tubuh juga mengalami penurunan. Kondisi ini menjadi dasar mengapa rekomendasi aktivitas fisik maupun latihan pada senior berbeda dengan kelompok usia yang lebih muda.

Perubahan Sistem Saraf

Perubahan sistem saraf memengaruhi berbagai fungsi yang berkaitan dengan status gizi, terutama pengaturan nafsu makan dan rasa haus.

Kemampuan mengenali rasa lapar maupun rasa haus menjadi berkurang. Apabila waktu makan hanya bergantung pada keinginan makan, maka asupan makanan berisiko menjadi tidak mencukupi.

Penurunan fungsi saraf juga memengaruhi kemampuan mengecap rasa dan mencium aroma makanan. Berkurangnya sensasi rasa dan aroma menyebabkan kenikmatan saat makan ikut menurun sehingga keinginan untuk makan menjadi lebih rendah.

Perubahan ini perlu diperhatikan dalam penyajian makanan, termasuk bagaimana menghadirkan aroma dan cita rasa yang dapat membantu meningkatkan nafsu makan pada senior. Apabila kondisi tersebut tidak diperhatikan, dapat terjadi penurunan asupan makanan yang berujung pada penurunan status gizi, kehilangan massa otot, hingga frailty.

Perubahan Fungsi Ginjal

Fungsi ginjal turut mengalami penurunan selama proses penuaan. Jumlah nefron berkurang dan laju filtrasi glomerulus (glomerular filtration rate) mengalami penurunan.

Penurunan fungsi tersebut menyebabkan sebagian senior lebih mudah mengalami gangguan ginjal, terutama apabila sebelumnya memiliki riwayat gaya hidup yang kurang baik.

Perubahan Sistem Pernapasan

Kemampuan sistem pernapasan juga mengalami penurunan. Kapasitas bernapas menjadi lebih rendah sehingga seniorlebih mudah merasa lelah atau terengah saat melakukan aktivitas yang sebelumnya dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Buku Gizi untuk Lanjut Usia merupakan panduan komprehensif yang membahas perubahan fisiologis akibat proses penuaan serta implikasinya terhadap kebutuhan gizi pada senior. Buku ini mengulas berbagai topik penting, mulai dari perubahan metabolisme, kebutuhan zat gizi makro dan mikro, pencegahan serta penatalaksanaan masalah gizi seperti osteoporosis, frailty, sarcopenia, obesitas, hingga penurunan fungsi kognitif. Selain menjelaskan dasar ilmiah yang berbasis bukti, buku ini juga menyajikan contoh menu, rekomendasi praktis, dan strategi pemenuhan gizi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Disusun dengan bahasa yang mudah dipahami, buku ini menjadi referensi bagi mahasiswa, dosen, tenaga kesehatan, pendamping senior, maupun masyarakat yang ingin memahami bagaimana menjaga kesehatan, fungsi tubuh, dan kualitas hidup pada usia lanjut melalui intervensi gizi yang tepat. Informasi mengenai buku ini dapat dilihat pada halaman resmi Gizi untuk Lanjut Usia. 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More Articles & Posts